4 Pilar Penopang Bisnis Kokoh

“Berwirausaha itu berat, kamu nggak akan kuat. Biar aku saja”. Begitu kata Dilan.

Dilan emang gitu orangnya, egois bingit, gak usah didengerin.

Paijo malah lebih bijak. Dia bilang, “Siapa aja bisa sukses berbisnis, asal mau menjaga 4 pilar agar bisnis itu menjadi kuat, tegak mengeras, mendongak ke atas, dan bertahan lama, hahaaa….”

Pertama tidak lain adalah pembeli, dan customer kita. Inilah sumber income dan penghasilan kita sebagai pebisnis.

Kedua adalah Investor, atau mereka yang memiliki uang dan bersedia berpartner dengan kita. Dana dari investor ini dapat digunakan untuk membesarkan bisnis kita.

Ketiga, mereka yang mensuplai kebutuhan baku atau peralatan dan mesin kerja. Merekalah yang biasa disebut suplier.

Keempat adalah mereka yang bekerja bersama kita, baik itu karyawan dan staf, partner freelance atau tim pendukung.

“Jaga baik-baik keempat orang ini, dan mereka nanti akan menjadi pilar bagi penopang kekokohan bisnis Anda.” Begitu kata Paijo.

“Kalau mau lebih detail bagaimana mendapatkan, menjaga, dan bekerjasama dengan baik dengan ke-4 orang penting ini, minta Pak De aja jelasin”, katanya lagi…

#Hemtalah

Berinteraksilah!

interaksi pelanggan

Interaksi adalah berkomunikasi dua arah, Anda dan pelanggan Anda. Dengan berkomunikasi, pelanggan Anda akan mendapatkan banyak hal tentang produk dan layanan Anda. Produk dan layanan yang dibutuhkan oleh pelanggan, adalah kunci untuk mendapatkan income Anda.

Jadi, berinteraksilah! Jalin hubungan baik nan positif dengan pengikut dan pembaca Anda. Merekalah calon pelanggan dan pelanggan setia Anda. Itu juga yang akan menambah jumlah pengikut dan pembaca Anda, yang pada gilirannya akan terus menambah pendapatan Anda.

Hosting Indonesia

Powtoon, Cara Mudah Membuat Video Animasi Edukasi

Membawakan materi edukasi dalam format Power Point adalah hal wajar yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang.

Tetapi menggunakan video animasi, sudah saatnya dicoba, karena materi presentasi yang menarik akan makin mudah mencapai tujuan dari penyampaian materi tersebut.

Salah satu cara mudah membut video animasi untuk edukasi atau pembelajaran adala dengan mengunakan aplikasi berbasis web: POWTOON.

Kemudahannya antara lain Powtoon memiliki template untuk membuat video presentasi, vmarketing, video training, video iklan, video infografis, dll. Sehingga kita cukup mengganti teks nya, mengganti gambar-gambar, mengubah warna, mengubah layout, dsb.

Untuk versi gratis, video buatan kita dapat di-share langsung ke beberapa media online seperti Youtube, dll. Juga dapat disimpan dalam format PPT dan PDF. Bisa juga kita dapatkan link embed nya sehingga bisa kita tempel seperti contoh video animasi di bahwa ini. Keren kan?

Cobalah.

 

Sekilas Tentang TUGUSS

Kantor Tuguss

Anda mungkin pernah mendengar sebuah nama badan usaha yaitu TUGUSS.
Atau barangkali Anda pernah searching gi google dengan keyword vendor otomasi industri, muncul nama TUGUSS.
Bisa juga Anda sudah tau karena ada teman, sahabat, keluarga yang bekerja di sana.

TUGUSS adalah nama singkat dari PT Tugu Sena Sinergi, sebuah perusahaan penyedia jasa untuk otomasi industri yang berada di kota Batam. Jasanya meliputi bidang IT yaitu custimized software development atau pembuatan aplikasi software sesuai kebutuhan pelanggan. Juga sebagai sebuah perusahaan system integrator, yang mampu mengintegrasikan beberapa system seperti mekanis, pneumatis, elektris dan pemrograman komputer dalam sebuah system terpadu.
Sebagai sebuah usaha yang fokus di otomasi industri, TUGUSS mampu menyediakan berbagai peralatan produksi dan mengoperasikannya dalam pergerakan otomatis atau bahkan kombinasi manual dan otomatis.
TUGUSS juga memiliki kompetensi yang dapat diandalkan dalam merancang dan membuat sebuah system atau mesin uji dan alat ukur (Test & Measurement).

Beroperasi sejak tahun 2010, saat ini TUGUSS menjadi salah satu vendor system integrator dan otomasi industri yang terkemuka di Batam, bahkan menjadi salah satu vendor utama untuk Test & Measurement atau perancangan mesin-mesin uji produk elektronik berkat kolaborasinya sebagai Alliance Partner dari National Instruments sebuah brand ternama di industri ini.

Bila Anda atau teman dan kenalan Anda memerlukan dukungan dari perusahaan penyedia jasa system integrator, industrial automation, atau test & measurement, menghubungi TUGUSS adalah sebuah pilihan bijak.

Hosting Indonesia

Lagu, Sebagai Sebuah Moodbooster

Anda mungkin lagi bete, gegara dicuekin si dia.
Atau sedang feel alone karena sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship)?
Sedang berada di dalam bis kota, di dalam pesawat atau sedang di dalam antrian panjang?
Bisa jadi Anda sedang dikejar deadline menyelesaikan pekerjaan?

Bagi banyak orang, mendengarkan lagu adalah sebuah cara mengisi waktu, atau membuat suasana hati menjadi santai atau rileks. Iya, lagu adalah sebuah moodbooster. Lagu yang kita sukai mampu membuat yang mendengarkannya menjadi lebih nyaman dan tentram.

Kemajuan teknologi masa kini telah memberi kita kesempatan mendengarkan berbagai lagu dengan cara mudah, salah satunya adalah melalui youtube. Tinggal pilih genre musik yang disukai, maka kita dapatkan moodbooster itu.

Berikut contoh link lagu Jawa versi akustik dn lagu Rock akustik yang enak didengar di kala santai:

Sayembara Mendapatkan Sang Puteri Raja

Dikisahkan dari sebuah kerajaan antah berantah, seorang raja ingin segera menikahkan putri semata wayangnya yang sudah beranjak dewasa. Sang raja menginkan menantu seorang pemuda yang gagah perkasa yang nantinya bisa menggantikan dirinya sebagai raja. Maka ia pun menggelar sayembara yang dapat diikuti oleh pemuda tong-tong dari rakyatnya maupun dari luar kerajaannya. 

“Barang siapa di antara para pemuda yang memenangkan lomba renang menyeberangi sungai yang melewati ibukota kerajaan, maka dia berhak menikahi anakku dan akan menjadi penggantiku!” bergitu bunyi sayembaranya.

Maka berbondong-bondong lah para pemuda dari seluruh pelosok mendaftar mengikuti sayembara tersebut.

Hari-H perlombaan renang, Sang Raja berkata: “Wahai para pemuda, agar sayembara lomba renang ini lebih menantang, kemarin saya sudah perintahkan petugas kerajaan untuk memasukan ratusan buaya yang sedang kelaparan ke dalam sungai ini. Siapa yang berani berenang di sungai tersebut dan selamat sampai di tepi sungai di sana, maka diapalah sang pemenang”.

Foto: Dok. okezone

Seketika, semua pemuda yang berkumpul di tepi sungai itu terdiam. Awalnya mereka percaya diri, sekraang ciut nyalinya. Tidak ada seorang pun yang berani lbergerak, apalagi oncat masuk ke sungai.

Waktu terus berlalu, Sang Raja mulai putus asa, maka kemudian ia memanggi beberapa Penasehat Raja untuk memberikan motivasi kepada para pemuda. Maksud hati agar para pemuda tergerak melakukan aksinya, mengikuti lomba renang tersebut, ternyata tetap tidak memberikan hasil. Tak seorang pun pemuda berani melakukannya, menyeberangi sungai yang penuh dengan buaya lapar ersebut.

Tetapi tiba-tiba terdengar suara “byuuur…”, nampak seorang pemudan loncat ke dalam sungai, Sang Raja bergegas melihat pemuda tersebut berenang dengan cepat, berusaha bergerak kesana kemari menghindari kejaran para buaya ,dengan gesit ia belok ke kanan, belok ke kiri, terus berenang dengan cepatnya menghindari kejaran dan caplokan buaya-buaya tersebut, sampai akhirnya ia sampai di tepi sungai dan langsung naik ke darat, berjalan terseok-seok, badannya penuh luka goresan dan memar, dan berusaha berdiri menghadap Sang Raja.

Raja pun bergegas berjalan menemui pemuda tersebut untuk memberi selamat atas keberanian, kenekatan dan kemampuannya. “Wowww… Selamat anak muda! Kamu memenangkan sayembara ini! Dan kamu berhak untuk menikahi putriku, dan kelak menjadi penggantiku sebagai Raja”, begitu kata Raja sambil memeluk sang pemuda.

“Terima kasih, Rajaku. Tapi sebelumnya, ijinkan saya bertanya dulu kepada semua orang yang berada di sini”, begitu kata sang pemuda, kemudian ia berbicara dengan lantangnya: “Siapa tadi yang sudah mendorong saya hingga jatuh ke sungai?”
Ah, ternyata sang pemuda loncat ke dalam sungai karena ada seseorang yang mendorongnya.

“Tidak apa bila tidak ada yang mengaku, saya hanya ingin menyampaikan terima kasih kepada orang tersebut. Tanpa didorong, tentu saya tidak akan memenangkan sayembara ini” lanjut sang pemuda sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada semua orang.

Kita semua mirip dengan para pemuda yang berada di tepi sungai itu, mau ikut sayembara dan ingin mendapatkan hadiahnya, tetapi takut untuk berbuat. Kita juga takut memulai sesuatu yang baru, walau sudah diketahui bila berhasil maka sesuatu yang diinginkan akan kita dapatkan. Apalagi bila diketahui bahwa di di depan kita sudah menghadang berbagai potensi masalah.

Kita, termasuk rekan-rekan wirausaha, juga selalu rajin membaca dan menghadiri berbagai seminar inspirasi dan motivasi bisnis, dan berharap kita terinspirasi oleh kisah sukses para pebisnis senior yang sudah sukses itu. Kita juga mau menyiapkan biaya mahal untuk mengikuti berbagai workshop teknis membangun bisnis yang menjadi bekal bagaimana menjalankan bisnis. 

Namun, ternyata kita masih memerlukan satu hal: PAKSAAN. Harus ada “sesuatu” yang dapat memaksa kita bergerak dan memulainya.

Apakah Anda sudah memiliki “sesuatu” yang memaksa tersebut?

Hosting Indonesia

Inspirasi dari Film Catch Me If You Can

Catch Me if You CanKetika Anda mendengar judul sebuah film Catch Me if You Can, Anda akan membayangkan kisah seorang penipu yang sukses, Frank Abagnale yang diperankan dengan apik oleh Leonardo DiCaprio, yang dengan mempesonanya mampu menipu hampir semua orang dengan penguasaan keterampilannya.

Seorang agen FBI yang berpengalaman yang diperankan oleh Tom Hanks  mengejar Frank Abagnale Jr. yang sebelum ulang tahun ke-19, telah berhasil memalsukan cek senilai jutaan dolar sambil berpura-pura sebagai pilot Pan Am, seorang dokter, dan seorang jaksa penuntut hukum.

Diangkat berdasarkan kisah nyata, film Catch Me if You Can adalah film klasik produksi tahun 2002 yang mencontohkan perjalanan kewirausahaan seorang Frank. FIlm ini menyentuh tema-tema penting seperti pemecahan masalah kreatif, mengubah sesuatu yang buruk menjadi situasi yang baik, dan tekad yang keras untuk mencapai kesuksesan.

Topik yang dibahas oleh film yang direkturi Steven Spielberg ini meliputi keterampilan kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, ketekunan, visi bisnis, teknik penjualan pribadi dan sumber pendanaan kewirausahaan.

Sebuah film bertema entrepreneurship yang layak untuk ditonton saat ingin melewati malam minggu. Aha!

Hosting Indonesia

Workshop Internet Marketing Yang Wowww…

Ini workshop luar biasa, tau kenapa?

Karena di dalam workshop 2 hari penuh ini, berisikan buanyak banget materi: mulai dari cara pembuatan website, cara membuat email dengan akun domain usaha sendiri, membuat Google +, membuat iklan Facebook, membuat Google Ads, membuat email marketing, membuat video dan membuat chanel brand kita di youtube.

Mengikuti email ini, penulis berkesempatan memperbaiki website www.tuguss.com dan juga membuat website pribadi ini www.denyrifai.com disamping juga berkesempatan memiliki media yang lebih banyak untuk mempromosikan keberadaan entitas bisnis PT Tugu Sena Sinergi seperti Google+, Google Ads, Youtube Brand, dan lain-lain.

Mari kita lihat rekaman 8 Workshop Series tentang Internet Marketing yang diselenggarakan oleh TDA Bali bekerjasama dengan BOC Indonesia ini dan diikuti oleh 20 orang peserta dari Denpasar dan sekitarnya, dari Batam dan dari Jayapura.

 

Hosting Indonesia

Menaikkan laba dengan harga tetap

Obral Deny Rifai

Siapa yang mau memiliki kegiatan usaha dengan laba yang terus bertambah? Tentu setiap orang akan dengan cepat menyatakan kemauannya. Permasalahannya adalah adakah orang yang berani menawarkan laba yang terus bertambah? Mungkin ini pertanyaan yang salah. Pernyataan yang benar adalah laba yang terus bertambah itu bukan ditawari, tapi mesti dikejar, harus diusahakan.
Menurut wikipedia, laba atau keuntungan dapat didefinisikan dengan dua cara. Laba dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seorang investor sebagai hasil penanam modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan penanaman modal tersebut (termasuk di dalamnya, biaya kesempatan). Sementara itu, laba dalam akuntansi didefinisikan sebagai selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Contoh perhitungan yang sederhana adalah bila harga jual sebuah produk dipatok Rp 1000,- dan ongkos produksinya sebanyak Rp 700,- maka didapatkan laba sebesar Rp 300,-. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah mungkin menaikkan laba dengan tidak menaikkan harga? Tentu saja mungkin. Mengacu kepada definisi tadi, memperbesar laba bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan memperbesar harga jual atau dengan memperkecil ongkos produksi.
Adakah dampak dari menaikkan harga jual? Ada, dampak dari kenaikan ini akan dirasakan oleh pelanggan. Sedangkan apabila mengurangi ongkos produksi maka pelanggan tidak akan merasakan dampak apa-apa, hanya sang produsen lah yang perlu bekerja lebih keras dari sebelumnya. Mengingat harga adalah hal yang sangat sensitif bagi konsumen, biasanya kenaikan harga yang tidak bisa diterima dapat membuat pelanggan berpindah ke lain tempat atau lari ke tempat lain.
Dalam sebuah kegiatan usaha yang memiliki proses produksi seperti perakitan, konveksi, percetakan, restauran, rumah makan atau warung kopi dan sejenisnya selalu ada yang kita sebut ongkos produksi yang meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produk, misalnya biaya untuk membeli bahan baku, biaya membeli mesin atau alat, biaya perawatan mesin, biaya bayar listrik, biaya upah pekerja dan sebagainya. Mengurangi ongkos produksi berarti memperkecil biaya-biaya yang dikeluarkan untuk itu. Kita tinggal mengidentifikasi biaya-biaya yang mempengaruhi ongkos produksi. Dari sisi bahan baku, misalnya kita hendak mengurangi biaya bahan baku maka kita bisa melakukan pengambilan bahan baku yang berasal dari 3 atau 4 supplier. Dengan adanya kompetisi antar supplier, bisa jadi harga bahan baku menjadi lebih murah. Melakukan pemeriksaan mutu pada saat barang datang dan pada saat memulai produksi, juga menghindari duit hilang percuma. Memastikan tidak ada kesalahan pemakaian bahan baku sebelum memulai produksi juga tindakan yang bijaksana. Ingat bahwa kecerobohan pemakaian bahan baku yang dapat menyebabkan kesalahan produk berarti biaya besar akan terbuang sia-sia.
Perbaikan dari dalam juga bisa dilakukan dengan cara mengurangi kesalahan yang dibuat oleh para pekerja. Karena kerusakan produk yang lebih sedikit selama proses produksi secara otomatis akan menurunkan biaya yang hilang. Penghematan pemakaian listrik, pemeliharaan yang teratur terhadap mesin-mesin juga bisa dilakukan untuk memperkecil biaya pemakaian listrik. Dalam hal sumber daya manusia, pemberlakuan multi skill (satu orang dapat melakukan beberapa pekerjaan yang berbeda), pengaturan jam kerja yang lebih efektif, serta sistem reward dan bonus diyakini mampu meningkatkan produktifitas para pekerja yang pada gilirannya nanti akan memperkecil ongkos produksi.
Rekan wirausahawan, untuk bertahan hidup atau bahkan untuk tumbuh semakin besar, sebuah usaha harus memiliki laba yang terus bertambah. Maka, menaikkan laba adalah hal terpenting yang terus menerus dilakukan oleh para wirausahawan. Menaikkan harga produk memang bisa menaikkan laba, tapi ini tidak selalu berhasil, salah-salah kita malah kehilangan pelanggan. Menurunkan biaya produksi bisa menjadi pilihan bijak dalam menaikkan laba. Perbaikan yang dilakukan pada sistem kerja, standarisasi cara kerja, mengurangi kesalahan produksi, menghindari kesalahan bahan baku, dan manejemen sumber daya manusia sangat berpotensi menaikkan laba tanpa mengubah harga. Mau mau mau?

Deny Rifai

Bisnis Paruh Waktu atau Full Time

Paruh Waktu

Bagi sebagian besar karyawan atau pegawai yang ingin memulai bisnis, salah satu pertanyaan yang akan dihadapi adalah: Mau menjalankannya secara paruh waktu atau full time? Secara paruh waktu berarti menjalankan bisnisnya di waktu luang di luar waktu produktifnya, sebaliknya menjalankan bisnis secara full time berarti menggunakan waktu produktifnya dari pagi sampai sore untuk secara sungguh-sungguh menjalankan bisnisnya. Kenyataannya, ada banyak di antara mereka yang memutuskan menjalankan bisnis pertamanya dengan cara paruh waktu, tetapi juga tidak sedikit yang nekat keluar dari pekerjaan yang ditekuninya selama ini dan menjalankan bisnis pertamanya secara full time.
Sampai di sini, tentu kita bertanya mengapa ada yang menjalankan bisnis dengan paruh waktu? Pertama, dengan paruh waktu maka waktu luang yang kita miliki menjadi produktif karena bisnis dimulai setelah selesai pekerjaan yang utama. Namun harus disadari bahwa waktu yang produktif ini berkonsekuensi menghilangkan waktu untuk berkumpul bersama kawan lama, berolahraga atau kegiatan sosial lainnya.
Kedua, ibarat menaruh telur di beberapa keranjang, memulai bisnis dengan paruh waktu berarti memahami betul perlunya memiliki sumber pendapatan yang berbeda dari yang sekarang. Artinya juga, mereka mencoba mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman PHK, pensiun, gangguan kesehatan dan sebagainya.
Ketiga, memulai bisnis paruh waktu yang berbeda dengan bisnis yang dijalankan di tempat bekerja sekarang berarti meminimalisir konflik kepentingan yang mungkin terjadi. Contoh bisnis seperti menjadi agen pulsa telepon, membuat snack atau makanan kecil, dan retail atau penjualan secara langsung sangatlah berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan di perusahaan asing di Tanjung Uncang ataupun di dalam pabrik di Mukakuning.
Keempat, bila bisnisnya adalah bisnis keluarga maka akan diperoleh keuntungan ganda. Anggota keluarga yang lain dapat menjalankan bisnis selagi Anda bekerja, dan bisa saling menggantikan. Bahkan Anda bisa mulai mengenalkan dan mengajarkan pentingnya membangun bisnis keluarga kepada anak-anak Anda.
Wah, menarik sekali kan. Tetapi ada aksi maka ada reaksi, ada positif maka ada negatif. Di samping ada keuntungan menarik sebagaimana disebutkan tadi, menjalankan bisnis paruh waktu juga memberikan dampak yang cukup mengganggu. Pertama, Anda bisa dianggap tidak fair oleh atasan atau bos Anda karena mungkin suatu saat Anda mesti ijin meninggalkan pekerjaan Anda guna mengurusi bisnis paruh waktu Anda. Ingat bahwa menjalankan bisnis sendiri berarti ada komitmen dan tanggungjawab. Jadi bila suatu saat Anda sudah memberi janji untuk melakukan produksi dan pengantaran dan pada saatnya ternyata orang yang Anda serahi tugas tidak dapat menjalankannya, tentu Anda harus mengambilh alih bukan?
Kedua, bila bisnis Anda sama atau mendekati bisnis perusahaan tempat Anda bekerja, maka potensi untuk saling berkompetisi sangatlah besar. Apa yang akan Anda rasakan sebagai atasan bila bawahan Anda memiliki bisnis yang sama dengan Anda?
Ketiga, berbisnis sambil bekerja berarti pula waktu kerja yang bertambah. Bisa jadi bekerja yang berlebihan akan menimbulkan dampak bagi mental maupun fisik. Yang pada gilirannya dapat mempengaruhi performa pekerjaan maupun bisnis Anda.
Rekan-rakan wirausahawan, pilihan kembali kepada Anda, mau memulai bisnis dengan penuh waktu atau paruh waktu? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Semoga berhasil.

Hosting Indonesia