BELAJAR DARI IBU TERSAYANG

Bu Murwati dan keluargaSiapapun yang selalu mengingat ibunya, selalu ada hal-hal baik yang tidak terlupakan. Kali ini saya mengingat 1 hal penting yang kemudian menjadi motivasi terkuat mengapa saya masih terus bertahan dan bangkit dari sulitnya membangun bisnis, yaitu tentang mengapa ibu memulai menjalankan usahanya, yaitu menjahit dan berjualan kebutuhan rumah tangga.

Ternyata, ibu saya memulai usahanya tidak lama setelah menikah dengan bapak, yang sekitar tahun 1955 itu bertugas sebagai guru sekolah dasar di 3 desa berbeda. Karena ada 1 desa yang lokasinya cukup jauh, mengharuskan bapak saya untuk menginap beberapa hari disana.


Di dalam kesendiriannya karena sering ditinggal bapak, ibu tidak mau berdiam diri. Mengisi waktu supaya produktif, ibu minta ijin ke bapak untuk bekerja di rumah dengan menawarkan jasa menjahit, sebuah ketrampilan yang ibu saya pelajari waktu masih sekolah saat itu.

Maka dengan berbekal ketrampilan yang dimilikinya, ibu memulai menerima jasa dari para saudara dan tetangga yaitu menjahit pakaian, baju dalam, taplak meja, sarung bantal, dan lain-lain.

Dari usaha jahit-menjahit inilah, ibu memiliki tabungan yang cukup untuk membantu bapak  mempercepat perekonomian keluarga, dan melengkapi kebutuhan rumah tangga dan juga memiliki tabungan yang cukup untuk memulai usahanya yang kedua yaitu membuka toko kebutuhan rumah tangga.
Dari usaha yang kedua inilah, ibu bisa membantu bapak membiayai keluarga dan menyekolahkan 10 orang anaknya.

#Keywords: Carilah alasan kuat untuk memulai usaha, isi waktu luang dengan hal positif, istri boleh memiliki usaha dengan ijin suami, mulai dari hal kecil yang dimiliki, fokus ke satu usaha sebelum memiliki usaha yang lain, bekerja keras dan pantang menyerah.

Bu Titi dan keluargaSelamat HARI IBU. Terima kasih untuk para ibu yang sudah ikhlas mendampingi suaminya, melahirkan, mendidik dan membesarkan anak-anak menjadi soleh dan solehah. Semoga kasih sayang Allah SWT selalu tercurahkan kepada para ibu.

Deny Rifai