Lagu, Sebagai Sebuah Moodbooster

Anda mungkin lagi bete, gegara dicuekin si dia.
Atau sedang feel alone karena sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship)?
Sedang berada di dalam bis kota, di dalam pesawat atau sedang di dalam antrian panjang?
Bisa jadi Anda sedang dikejar deadline menyelesaikan pekerjaan?

Bagi banyak orang, mendengarkan lagu adalah sebuah cara mengisi waktu, atau membuat suasana hati menjadi santai atau rileks. Iya, lagu adalah sebuah moodbooster. Lagu yang kita sukai mampu membuat yang mendengarkannya menjadi lebih nyaman dan tentram.

Kemajuan teknologi masa kini telah memberi kita kesempatan mendengarkan berbagai lagu dengan cara mudah, salah satunya adalah melalui youtube. Tinggal pilih genre musik yang disukai, maka kita dapatkan moodbooster itu.

Berikut contoh link lagu Jawa versi akustik dn lagu Rock akustik yang enak didengar di kala santai:

Sayembara Mendapatkan Sang Puteri Raja

Dikisahkan dari sebuah kerajaan antah berantah, seorang raja ingin segera menikahkan putri semata wayangnya yang sudah beranjak dewasa. Sang raja menginkan menantu seorang pemuda yang gagah perkasa yang nantinya bisa menggantikan dirinya sebagai raja. Maka ia pun menggelar sayembara yang dapat diikuti oleh pemuda tong-tong dari rakyatnya maupun dari luar kerajaannya. 

“Barang siapa di antara para pemuda yang memenangkan lomba renang menyeberangi sungai yang melewati ibukota kerajaan, maka dia berhak menikahi anakku dan akan menjadi penggantiku!” bergitu bunyi sayembaranya.

Maka berbondong-bondong lah para pemuda dari seluruh pelosok mendaftar mengikuti sayembara tersebut.

Hari-H perlombaan renang, Sang Raja berkata: “Wahai para pemuda, agar sayembara lomba renang ini lebih menantang, kemarin saya sudah perintahkan petugas kerajaan untuk memasukan ratusan buaya yang sedang kelaparan ke dalam sungai ini. Siapa yang berani berenang di sungai tersebut dan selamat sampai di tepi sungai di sana, maka diapalah sang pemenang”.

Foto: Dok. okezone

Seketika, semua pemuda yang berkumpul di tepi sungai itu terdiam. Awalnya mereka percaya diri, sekraang ciut nyalinya. Tidak ada seorang pun yang berani lbergerak, apalagi oncat masuk ke sungai.

Waktu terus berlalu, Sang Raja mulai putus asa, maka kemudian ia memanggi beberapa Penasehat Raja untuk memberikan motivasi kepada para pemuda. Maksud hati agar para pemuda tergerak melakukan aksinya, mengikuti lomba renang tersebut, ternyata tetap tidak memberikan hasil. Tak seorang pun pemuda berani melakukannya, menyeberangi sungai yang penuh dengan buaya lapar ersebut.

Tetapi tiba-tiba terdengar suara “byuuur…”, nampak seorang pemudan loncat ke dalam sungai, Sang Raja bergegas melihat pemuda tersebut berenang dengan cepat, berusaha bergerak kesana kemari menghindari kejaran para buaya ,dengan gesit ia belok ke kanan, belok ke kiri, terus berenang dengan cepatnya menghindari kejaran dan caplokan buaya-buaya tersebut, sampai akhirnya ia sampai di tepi sungai dan langsung naik ke darat, berjalan terseok-seok, badannya penuh luka goresan dan memar, dan berusaha berdiri menghadap Sang Raja.

Raja pun bergegas berjalan menemui pemuda tersebut untuk memberi selamat atas keberanian, kenekatan dan kemampuannya. “Wowww… Selamat anak muda! Kamu memenangkan sayembara ini! Dan kamu berhak untuk menikahi putriku, dan kelak menjadi penggantiku sebagai Raja”, begitu kata Raja sambil memeluk sang pemuda.

“Terima kasih, Rajaku. Tapi sebelumnya, ijinkan saya bertanya dulu kepada semua orang yang berada di sini”, begitu kata sang pemuda, kemudian ia berbicara dengan lantangnya: “Siapa tadi yang sudah mendorong saya hingga jatuh ke sungai?”
Ah, ternyata sang pemuda loncat ke dalam sungai karena ada seseorang yang mendorongnya.

“Tidak apa bila tidak ada yang mengaku, saya hanya ingin menyampaikan terima kasih kepada orang tersebut. Tanpa didorong, tentu saya tidak akan memenangkan sayembara ini” lanjut sang pemuda sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada semua orang.

Kita semua mirip dengan para pemuda yang berada di tepi sungai itu, mau ikut sayembara dan ingin mendapatkan hadiahnya, tetapi takut untuk berbuat. Kita juga takut memulai sesuatu yang baru, walau sudah diketahui bila berhasil maka sesuatu yang diinginkan akan kita dapatkan. Apalagi bila diketahui bahwa di di depan kita sudah menghadang berbagai potensi masalah.

Kita, termasuk rekan-rekan wirausaha, juga selalu rajin membaca dan menghadiri berbagai seminar inspirasi dan motivasi bisnis, dan berharap kita terinspirasi oleh kisah sukses para pebisnis senior yang sudah sukses itu. Kita juga mau menyiapkan biaya mahal untuk mengikuti berbagai workshop teknis membangun bisnis yang menjadi bekal bagaimana menjalankan bisnis. 

Namun, ternyata kita masih memerlukan satu hal: PAKSAAN. Harus ada “sesuatu” yang dapat memaksa kita bergerak dan memulainya.

Apakah Anda sudah memiliki “sesuatu” yang memaksa tersebut?

Hosting Indonesia

Bisnis Paruh Waktu atau Full Time

Paruh Waktu

Bagi sebagian besar karyawan atau pegawai yang ingin memulai bisnis, salah satu pertanyaan yang akan dihadapi adalah: Mau menjalankannya secara paruh waktu atau full time? Secara paruh waktu berarti menjalankan bisnisnya di waktu luang di luar waktu produktifnya, sebaliknya menjalankan bisnis secara full time berarti menggunakan waktu produktifnya dari pagi sampai sore untuk secara sungguh-sungguh menjalankan bisnisnya. Kenyataannya, ada banyak di antara mereka yang memutuskan menjalankan bisnis pertamanya dengan cara paruh waktu, tetapi juga tidak sedikit yang nekat keluar dari pekerjaan yang ditekuninya selama ini dan menjalankan bisnis pertamanya secara full time.
Sampai di sini, tentu kita bertanya mengapa ada yang menjalankan bisnis dengan paruh waktu? Pertama, dengan paruh waktu maka waktu luang yang kita miliki menjadi produktif karena bisnis dimulai setelah selesai pekerjaan yang utama. Namun harus disadari bahwa waktu yang produktif ini berkonsekuensi menghilangkan waktu untuk berkumpul bersama kawan lama, berolahraga atau kegiatan sosial lainnya.
Kedua, ibarat menaruh telur di beberapa keranjang, memulai bisnis dengan paruh waktu berarti memahami betul perlunya memiliki sumber pendapatan yang berbeda dari yang sekarang. Artinya juga, mereka mencoba mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman PHK, pensiun, gangguan kesehatan dan sebagainya.
Ketiga, memulai bisnis paruh waktu yang berbeda dengan bisnis yang dijalankan di tempat bekerja sekarang berarti meminimalisir konflik kepentingan yang mungkin terjadi. Contoh bisnis seperti menjadi agen pulsa telepon, membuat snack atau makanan kecil, dan retail atau penjualan secara langsung sangatlah berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan di perusahaan asing di Tanjung Uncang ataupun di dalam pabrik di Mukakuning.
Keempat, bila bisnisnya adalah bisnis keluarga maka akan diperoleh keuntungan ganda. Anggota keluarga yang lain dapat menjalankan bisnis selagi Anda bekerja, dan bisa saling menggantikan. Bahkan Anda bisa mulai mengenalkan dan mengajarkan pentingnya membangun bisnis keluarga kepada anak-anak Anda.
Wah, menarik sekali kan. Tetapi ada aksi maka ada reaksi, ada positif maka ada negatif. Di samping ada keuntungan menarik sebagaimana disebutkan tadi, menjalankan bisnis paruh waktu juga memberikan dampak yang cukup mengganggu. Pertama, Anda bisa dianggap tidak fair oleh atasan atau bos Anda karena mungkin suatu saat Anda mesti ijin meninggalkan pekerjaan Anda guna mengurusi bisnis paruh waktu Anda. Ingat bahwa menjalankan bisnis sendiri berarti ada komitmen dan tanggungjawab. Jadi bila suatu saat Anda sudah memberi janji untuk melakukan produksi dan pengantaran dan pada saatnya ternyata orang yang Anda serahi tugas tidak dapat menjalankannya, tentu Anda harus mengambilh alih bukan?
Kedua, bila bisnis Anda sama atau mendekati bisnis perusahaan tempat Anda bekerja, maka potensi untuk saling berkompetisi sangatlah besar. Apa yang akan Anda rasakan sebagai atasan bila bawahan Anda memiliki bisnis yang sama dengan Anda?
Ketiga, berbisnis sambil bekerja berarti pula waktu kerja yang bertambah. Bisa jadi bekerja yang berlebihan akan menimbulkan dampak bagi mental maupun fisik. Yang pada gilirannya dapat mempengaruhi performa pekerjaan maupun bisnis Anda.
Rekan-rakan wirausahawan, pilihan kembali kepada Anda, mau memulai bisnis dengan penuh waktu atau paruh waktu? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Semoga berhasil.

Hosting Indonesia