Sayembara Mendapatkan Sang Puteri Raja

Dikisahkan dari sebuah kerajaan antah berantah, seorang raja ingin segera menikahkan putri semata wayangnya yang sudah beranjak dewasa. Sang raja menginkan menantu seorang pemuda yang gagah perkasa yang nantinya bisa menggantikan dirinya sebagai raja. Maka ia pun menggelar sayembara yang dapat diikuti oleh pemuda tong-tong dari rakyatnya maupun dari luar kerajaannya. 

“Barang siapa di antara para pemuda yang memenangkan lomba renang menyeberangi sungai yang melewati ibukota kerajaan, maka dia berhak menikahi anakku dan akan menjadi penggantiku!” bergitu bunyi sayembaranya.

Maka berbondong-bondong lah para pemuda dari seluruh pelosok mendaftar mengikuti sayembara tersebut.

Hari-H perlombaan renang, Sang Raja berkata: “Wahai para pemuda, agar sayembara lomba renang ini lebih menantang, kemarin saya sudah perintahkan petugas kerajaan untuk memasukan ratusan buaya yang sedang kelaparan ke dalam sungai ini. Siapa yang berani berenang di sungai tersebut dan selamat sampai di tepi sungai di sana, maka diapalah sang pemenang”.

Foto: Dok. okezone

Seketika, semua pemuda yang berkumpul di tepi sungai itu terdiam. Awalnya mereka percaya diri, sekraang ciut nyalinya. Tidak ada seorang pun yang berani lbergerak, apalagi oncat masuk ke sungai.

Waktu terus berlalu, Sang Raja mulai putus asa, maka kemudian ia memanggi beberapa Penasehat Raja untuk memberikan motivasi kepada para pemuda. Maksud hati agar para pemuda tergerak melakukan aksinya, mengikuti lomba renang tersebut, ternyata tetap tidak memberikan hasil. Tak seorang pun pemuda berani melakukannya, menyeberangi sungai yang penuh dengan buaya lapar ersebut.

Tetapi tiba-tiba terdengar suara “byuuur…”, nampak seorang pemudan loncat ke dalam sungai, Sang Raja bergegas melihat pemuda tersebut berenang dengan cepat, berusaha bergerak kesana kemari menghindari kejaran para buaya ,dengan gesit ia belok ke kanan, belok ke kiri, terus berenang dengan cepatnya menghindari kejaran dan caplokan buaya-buaya tersebut, sampai akhirnya ia sampai di tepi sungai dan langsung naik ke darat, berjalan terseok-seok, badannya penuh luka goresan dan memar, dan berusaha berdiri menghadap Sang Raja.

Raja pun bergegas berjalan menemui pemuda tersebut untuk memberi selamat atas keberanian, kenekatan dan kemampuannya. “Wowww… Selamat anak muda! Kamu memenangkan sayembara ini! Dan kamu berhak untuk menikahi putriku, dan kelak menjadi penggantiku sebagai Raja”, begitu kata Raja sambil memeluk sang pemuda.

“Terima kasih, Rajaku. Tapi sebelumnya, ijinkan saya bertanya dulu kepada semua orang yang berada di sini”, begitu kata sang pemuda, kemudian ia berbicara dengan lantangnya: “Siapa tadi yang sudah mendorong saya hingga jatuh ke sungai?”
Ah, ternyata sang pemuda loncat ke dalam sungai karena ada seseorang yang mendorongnya.

“Tidak apa bila tidak ada yang mengaku, saya hanya ingin menyampaikan terima kasih kepada orang tersebut. Tanpa didorong, tentu saya tidak akan memenangkan sayembara ini” lanjut sang pemuda sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada semua orang.

Kita semua mirip dengan para pemuda yang berada di tepi sungai itu, mau ikut sayembara dan ingin mendapatkan hadiahnya, tetapi takut untuk berbuat. Kita juga takut memulai sesuatu yang baru, walau sudah diketahui bila berhasil maka sesuatu yang diinginkan akan kita dapatkan. Apalagi bila diketahui bahwa di di depan kita sudah menghadang berbagai potensi masalah.

Kita, termasuk rekan-rekan wirausaha, juga selalu rajin membaca dan menghadiri berbagai seminar inspirasi dan motivasi bisnis, dan berharap kita terinspirasi oleh kisah sukses para pebisnis senior yang sudah sukses itu. Kita juga mau menyiapkan biaya mahal untuk mengikuti berbagai workshop teknis membangun bisnis yang menjadi bekal bagaimana menjalankan bisnis. 

Namun, ternyata kita masih memerlukan satu hal: PAKSAAN. Harus ada “sesuatu” yang dapat memaksa kita bergerak dan memulainya.

Apakah Anda sudah memiliki “sesuatu” yang memaksa tersebut?

Hosting Indonesia

Inspirasi dari Film Catch Me If You Can

Catch Me if You CanKetika Anda mendengar judul sebuah film Catch Me if You Can, Anda akan membayangkan kisah seorang penipu yang sukses, Frank Abagnale yang diperankan dengan apik oleh Leonardo DiCaprio, yang dengan mempesonanya mampu menipu hampir semua orang dengan penguasaan keterampilannya.

Seorang agen FBI yang berpengalaman yang diperankan oleh Tom Hanks  mengejar Frank Abagnale Jr. yang sebelum ulang tahun ke-19, telah berhasil memalsukan cek senilai jutaan dolar sambil berpura-pura sebagai pilot Pan Am, seorang dokter, dan seorang jaksa penuntut hukum.

Diangkat berdasarkan kisah nyata, film Catch Me if You Can adalah film klasik produksi tahun 2002 yang mencontohkan perjalanan kewirausahaan seorang Frank. FIlm ini menyentuh tema-tema penting seperti pemecahan masalah kreatif, mengubah sesuatu yang buruk menjadi situasi yang baik, dan tekad yang keras untuk mencapai kesuksesan.

Topik yang dibahas oleh film yang direkturi Steven Spielberg ini meliputi keterampilan kewirausahaan, kreativitas dan inovasi, ketekunan, visi bisnis, teknik penjualan pribadi dan sumber pendanaan kewirausahaan.

Sebuah film bertema entrepreneurship yang layak untuk ditonton saat ingin melewati malam minggu. Aha!

Hosting Indonesia